March 8, 2008

“I Want to Build a Great Family Like What I Have Now”

Rather strange, my thoughts for this month has been circled around this one word. Family.


It might be because of 3 of my friends which is just 1 year older than me, still pursuing undergraduate degree like me, has completed their half of Islam last month. Or It might be because of my July holiday in Indonesia, which is the first time in my life I really felt a complete family after my eldest brother's family has chosen Islam as his only religion on last Ramadhan. But I surely remember that this thought about family, has started from a simple conversation in MSN chat windows with one of my friend, the one which is heavily active in an organization, a Muslim organization :

"My mother complaining how I became very busy nowadays :("


er... ok, I don't remember exactly how this person said it, but I hope you got my point :p.

From this conversation, I've thought really deeply, I feel that it might happen to me also if my family live in Singapore with me. A problem that i never faced in Indonesia during my high school life because of the relatively light workload in highschool, and i never faced here either since I'm living far away from my family. The problem here is not the problem of getting busy with our work in an organization, especially an Islamic organization. Nope. What I mean is the problem of communicating our effort in His way with the people that is close to us. our family.

O you who believe! save yourselves and your families from a fire whose fuel is men and stones; over it are angels stern and strong, they do not disobey Allah in what He commands them, and do as they are commanded. (At-Tahrim : 6)

I remembered another story that I read from a book “Saksikan bahwa Aku Seorang Muslim” (Isyhadu bi anna muslimun) about 2 families. Both are families whereby the parents are very busy with their involvement in Islamic movement. Having more than 2 groups of halaqoh (usrah) to take care of, being part in a lot of special projects, while also have to work to make a living. Both families have children, future generation of frontline in dakwah and leader in Islam. But when these children were asked about their future dream. Their answer is very different :


children of family 1 : “I don't want to be like father, He looks very busy and stress with his work.”

children of family 2 : “I want to be like father and mother, They looks very happy in whatever they are doing.”

Based on these 2 stories, I believe, that there is no reason that family will hinder us from performing our duty in dakwah. instead family should be part of that duty. Why we feel comfortable in that organization anyway? is it because because we feel enriched when we listen to a scholar of Islam? Is it because we feel really excited after break our own record by walking 16 kilometers in the middle of the night with our friends? or it's simply because we were touched by a kids that stay in a soil-floored, 3 x 5 m2 house with her parents, and her 2 brothers and struggling to continue her education. If it really like that, why dont we share those feelings with our family?


in fact, don't ever let our families see whatever we are doing negatively.

dondelta: “Mom... have you ever imagined walking from Home to SMP 2 (my mom's working place) and then going back home, in the middle of the night?”

dondelta's mom: “er... let mom try to imagine it first... -_-”

dondelta: hahaha Angga just did it mom! 16 kilometers!! 1 am till shubuh!! hahahahaha”

(imaginary conversation)

hmn... maybe I should have done something like that, surely my mom will laugh :)


Those imaginary conversation is just an example of a way that might be applicable to my mom, kind of person who really like to hear and try something new. It surely not be applicable to mom who will straight away said : “Tell me who forced you to do that!!” :p. What I mean with that simple conversation is that with whatever way possible, make an effort to communicate our passion, share our dream, talk about why we are doing this and that with our family.


On a session at the East Coast Singapore, with a group of friends and an ustadz, the ustadz asked us to write down in a piece of paper, only in one word, one thing that really influenced each of us in our life. And then after that, at the back of that piece of paper, write down your action in the future that is inspired by that one word.


After he collected the paper from everyone, he started to pick random paper to read what is written there and shared with everyone. Among a lot of different words that came out on that day, ranging from 'friends' to 'convert', there is this one word which is written by one of the brother that really touched my heart.


That one word is 'FAMILY'


and the action written on the back is “I want to build a great family like what I have now”


simple but sweet




2nd February 2008

Delta Purna Widyangga

August 10, 2006

Bahkan kafir Quraisy pun bersabar

Dan apabila mereka melihat engkau (Muhammad), mereka hanyalah menjadikan engkau sebagai ejekan (dengan mengatakan), "Inikah orangnya yang diutus Allah sebagai Rasul? Sungguh, hampir saja dia menyesatkan kita dari sesembahan kita, seandainya kita tidak tetap bertahan (menyembah)nya." Dan kelak mereka akan mengetahui pada saat mereka melihat azab, siapa yang paling sesat jalannya. (Al Furqan : 41-42)

Banyak diantara kita yang sudah cukup tahu bahwa dalam Islam kita diajarkan untuk selalu bersabar dalam keadaan apapun. Alqur'anulkarim pun dalam surat Al Baqoroh ayat ke 45 menyebutkan, 'Wasta'inuubishobri washolaati', Dan mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan sholat.

Dakwah fase mekkah adalah fase dakwah yang sangat berat, ketika itu adalah saat ketika islam baru mulai berkembang, dan mengalami perlawanan luarbiasa dari kaum kafir Quraisy makkah. Ejekan, siksaan dan tindakan semena-mena lainnya adalah hal yang biasa bagi para pemeluk Islam ketika itu. Dalam kondisi dimana Islam tidak memiliki kekuasaan seperti itu, sebuah keyakinan pada ideologi Islam yang sangat luarbiasa adalah modal Rasul dan para sahabat. Sebuah modal luar biasa yang bahkan ketika pemimpin kaum kafir quraisy ingin menukarnya dengan kekuasaan, harta dan wanita, Rasul dan para sahabatpun menolak mentah-mentah.

Dalam surat Al Fur'qan ayat 41-42 tadi kita telah menemukan sebuah fakta yang menarik. Surat itu menceritakan tentang sebuah ejekan dari kaum kafir Quraisy ketika itu.

'ooo jadi ini to utusan Allah itu, Wah, hampir aja dia bikin kita berpaling dari berhala-berhala kita, untung aja kita masih bisa sabar'

sebuah ejekan yang sangat menarik, bahwa ketika itu, ketika Rasulullah dan para sahabat bersabar untuk mempertahankan Islam, ternyata kaum kafir Quraisy pun demikian. Mereka juga harus bersabar, harus bertahan terhadap gempuran ideologi yang di bawa oleh Islam ketika itu. Bahkan dalam praktiknya kemungkinan level kesabaran yang harus dimiliki oleh kaum kafir Quraisy ketika itu harus jauh lebih besar dari kaum musilmin. karena berbeda dengan Rasulullah yang punya modal luar biasa, Quraisy ketika itu memang punya kekuasaan, memang memiliki harta melimpah, tapi ideologinya, pondasi hidupnya, akidahnya masih jauh dari kaum muslimin mekkah.

Jelaslah bahwa dalam perang, sabar adalah sebuah kunci penting. Orang yang akan menjadi pemenang adalah orang yang paling sabar (Hilman Rosyid). Dan hal ini juga akan berlaku hingga saat ini.

tanam di hati benih iman sejati
berpadu dengan jiwa rabbani
tempa jasadmu jadi pahlawan sejati
tuk tegakkan kalimat Illahi
(izzatul Islam)


Wallahualam bishowaab
dikutip dari tausyiah Pak Hilman Rosyid

June 1, 2006

"ikhlas itu kunci keberhasilan" (Hasan Al Banna)

Menurut Ali radhiyallahu 'anhu ada empat momen kebaikan tertentu yang paling berat dilakukan. Yakni, mema'afkan ketika marah, berderma katika pailit, menjaga diri dari dosa (iffah) ketika sendirian, dan menyampaikan kebenaran pada orang yang ditakuti atau diharapkan.

hatiku sangat membenarkan kalimat di atas :), yang kubaca di sebuah buku yang judulnya "Mencari Mutiara di dasar hati" (Muhammad Nursani). terutama yang bagian menjaga diri dari dosa ketika sendirian.

alone...... make evil possess me.....

why?

am I hypocrite? only do 'Amal when someone see me?....... perhaps it's right

membaca kelanjutan tulisan di buku itu, disebutkan bahwa kunci untuk melaksanakan amalan berat itu cuman satu sebenernya.

only one... but sooo haaaaaaaarrdddd

ikhlas.

mewujudkan amalan dengan niat yang ikhlas lillahi ta'ala emang susah sekali. hati ini rasanya kok gampang banget berubah. awalnya niat udah lillahita'ala, eh ketemu orang lain tiba-tiba bisa berubah (apalagi kalo ketemu akhwat :p). tapi pernah dinasihatin Pak Ustadz waktu dulu ngaji di rumah.

"melakukan amalan karena orang lain itu Riya, tapi tidak jadi melakukan amalan karena takut dilihat orang lain itu Syirik"

jadi yang terbaik adalah, JUST DO IT!, sambil terus memperbaiki niat kita.

wallahu'alam bishowab

May 31, 2006

dilema buah delima

suatu hari Fatimah r.a. istri dari khalifah Ali bin Abi Thalib r.a jatuh sakit. melihat ini Ali pun bertanya padanya "makanan apa yang ingin kau makan?", fatimah pun menjawab kalo ia sangat menginginkan buah delima saat ini. mendengar itu Ali pun bingung, di rumah saat itu tidak ada buah delima, dan dia tidak punya uang untuk membelinya.

akhirnya setelah ia pinjam uang pada sahabatnya, Ali pun berangkat ke pasar untuk membeli sebuah buah delima. di tengah jalan ia bertemu seorang tua renta yang sangat kelaparan. "wahai anak muda, tolong belikan aku sebuah buah delima, kalau tidak aku bisa mati kelaparan", kata orang tua itu pada Ali. Mendengar itu ali kembali bingung, pasalnya uang yang dipinjamnya hanya cukup untuk membeli sebutir buah delima.

Dan terhadap orang yang meminta-minta janganlah engkau menghardiknya. (Q.S. Ad-Duha : 10)

sambil memikirkan cara untuk memecahkan dilema ini, Ali meneruskan perjalanannya ke pasar. setelah membeli sebutir delima, Ali hanya menemukan satu jalan untuk menyelesaikan dilema ini, yaitu dengan membagi 2 buah delima itu, setengah akan diberikannya pada sang orang tua, dan setengahnya lagi untuk istrinya. walaupun Ali malu untuk memberikan setengah delima pada istrinya, dengan ikhlas dia pun memberikan setengah buah delima pada orang tua tadi, yang langsung dimakan dengan lahap olehnya.

dengan perasaan malu, Ali pun kembali ke rumahnya untuk memberikan buah delima sisanya pada istrinya. setibanya dirumah, Fatimah pun menyambutnya "lama sekali engkau pergi?, dan kenapa engkau begitu murung?", tanya fatimah. Ali pun menceritakan kejadian tadi. "aku merasakan perasaan aneh, setelah engkau pergi, aku jadi tidak terlalu ingin makan delima" kata fatimah sambil tersenyum.

baru saja Ali duduk di sebelah fatimah, sahabat Salman Al Farisi r.a. masuk membawa sembilan butir buah delima untuk diberikan pada Ali. "Benarkah buah itu untukku Salman?, tapi aneh, kalo itu memang rezekiku, seharusnya ada sepuluh butir buah delima" kata Ali. Salman pun tersenyum nakal, sambil mengeluarkan sebutir buah delima lagi dari balik kantongnya. Ia sengaja menyembunyikan buah delima itu untuk menguji sahabatnya Ali.

Barang siapa berbuat kebaikan mendapat balasan sepuluh kali lipat amalnya. Dan barang siapa berbuat kejahatan dibalas seimbang dengan kejahatannya. Mereka sedikitpun tidak dirugikan (Q.S. Al-An'am : 160)



*ngkopi dari majalah Sabili di mushola south spine :)

May 30, 2006

puisi favoritku!!

biasanya aku ga terlalu tersentuh sama yang namanya puisi, entah karena terlalu abstrak atau memang jiwa pujangganya yang ga ada :p. tapi satu puisi ini puisi favoritku, ato aku lebih senang menganggap sebagai do'a.

Bila Aku Jatuh Cinta

Ya Allah, jika aku jatuh cinta,
cintakanlah aku pada seseorang yang
melabuhkan cintanya pada-Mu,
agar bertambah kekuatan ku untuk mencintai-Mu.


Ya Muhaimin, jika aku jatuh cinta,
jagalah cintaku padanya agar tidak
melebihi cintaku pada-Mu


Ya Allah, jika aku jatuh hati,
izinkanlah aku menyentuh hati seseorang
yang hatinya tertaut pada-Mu,
agar tidak terjatuh aku dalam jurang cinta semu.


Ya Rabbana, jika aku jatuh hati,
jagalah hatiku padanya agar tidak
berpaling pada hati-Mu.


Ya Rabbul Izzati, jika aku rindu,
rindukanlah aku pada seseorang yang
merindui syahid di jalan-Mu.


Ya Allah, jika aku rindu,
jagalah rinduku padanya agar tidak lalai aku
merindukan syurga-Mu.


Ya Allah, jika aku menikmati cinta kekasih-Mu,
janganlah kenikmatan itu melebihi kenikmatan indahnya bermunajat
di sepertiga malam terakhirmu.


Ya Allah, jika aku jatuh hati pada kekasih-Mu,
jangan biarkan aku tertatih dan terjatuh dalam perjalanan panjang
menyeru manusia kepada-Mu.


Ya Allah, jika Kau halalkan aku merindui kekasih-Mu,
jangan biarkan aku melampaui batas sehingga melupakan aku pada cinta hakiki dan rindu abadi hanya kepada-Mu.


Ya Allah Engaku mengetahui bahawa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta
pada-Mu, telah berjumpa pada taat pada-Mu, telah bersatu dalam dakwah
pada-MU, telah berpadu dalam membela syariat-Mu. Kukuhkanlah Ya Allah
ikatannya. Kekalkanlah cintanya. Tunjukilah jalan-jalannya. Penuhilah
hati-hati ini dengan Nur-Mu yang tiada pernah pudar. Lapangkanlah dada-dada
kami dengna limpahan keimanan kepada-Mu dan keindahan bertawakal di
jalan-Mu.


(As-Syahid Syed Qutb)


Rabbana Hablana min Azwaajina wa Zurriyyatina Qurrota A'yun, waj'alna lil Muttaqiina Imaama....


Amin ya Rabbal Alamiin

I'm crying

6.3 richter scale, 40 kilometres....... i thought it was 40 km from the coast in seas, but no, it is 40 km from jogja, or about 10 km from the coast, in swallow sea.



so close...



bantul : 3082 died
klaten : 1688 died
kodya Jogja : 151 died
gunung kidul : 42 died
kulonprogo : 15 died
boyolali : 3 died
magelang : 1 died
sleman : 174 died

total : 5136

(source : detik.com at 28 may)
(link video : click here)
(more photo on : click here)









Yaa Allahhu Rabbi, berikan mereka kekuatan untuk melewati ini semua...
jadikan musibah ini sebagai jalan untuk menghapus dosa-dosa mereka...
lindungi kami dari su'udzan pada-Mu ya Rabb...
dan jadikan kami orang yang cukup pandai untuk mengambil hikmah...

Amin ya Rabbal 'Alamiin



Jogja.... I'm crying for you

just a newbie

hmmmm....... yaiiiiiii.... yohoooooooo....... *ga jeulas

akhirnya aku punya blog!!

tapi kenapa kok tiba2 kepengen ngeblog ya

kalo di telaah, kepikiran secara serius "ah, nyobain ngeblog ah" ya mungkin setelah aku ikutan sebuah milis yang bagus banget, isinya para senior-senior IT indonesia. di milis itu terlihat banget orang-orang yang posting di dalamnya itu either sangat rajin membaca ya suka menulis. teknologia@googlegroups.com namanya, very recommended buat yang menyukai diskusi seputar IT :).

dari milis itu baru serius, "perhaps, i must try to write something", dan bikin blog ini adalah langkah pertamaku!! kalo diliat ternyata emang menulis itu tidak mudah ya, apalagi untuk seorang newbie, ini baru beberapa baris aja lama banget :). yaah... no problem, a newbie is a newbie, someday newbie will become a kaskuser or kaskus holic (kaskus.com mode : on)

no... no... I mean someday, I believe I'll create a book, yes, I'll publish a book

....... someday



just a dream of a newbie